Saturday, February 25, 2023

Be Specific - Kisah Kelahiranku

Sejak kecil, aku selalu berusaha dan terbiasa untuk berdoa secara spesifik 😋

Sesimpel mau hasil nilai ulangan berapa atau hasil tabungan bisa dibelikan apa.


Ini berawal dari kisah kelahiranku.

1995

Sejak dalam kandungan, orang tuaku memeriksakan pertumbuhanku di seorang bidan dekat rumah. Sang bidan juga memiliki tugas praktik di rumah sakit during weekdays.

Karena itu, ibuku selalu berdoa kepada Allah semoga aku bisa terlahir di hari Minggu.


Yappp, ternyata doa nya terkabul. 

3 Sept 1995, ibuku mulai merasa mulas di siang hari. Datanglah ia ke rumah bu Bidan. Ternyata sang bidan, memang libur praktik. Tapi bukan hanya itu, sang bidan juga sedang liburan ke Bali 😂😂😂😂😂.


Nah, ibuku yang saat itu hanya di temani ibu tetangga, karena ayahku sedang dinas di bandara kemudian menjadi panik.


Berkelilinglah Ia mencari bidan lain, tp ternyata banyak yang tidak ada di rumah. Hingga akhirnya bertemu dengan bidan lain di komplek sebelah, namun rumahnya sedang renovasi. Akhirnya ibuku diperiksa dengan kondisi ruangan periksa tak ber atap, dan kemudian diminta untuk pulang ke rumah dulu.


Di sore hari, datanglah ibu Bidan ke rumah dengan peralatan seadanya. Akhirnya lahirlah aku di rumah di kamar orang tuaku 😅😅😅😅 di waktu Maghrib di hari Minggu.


Tapi Mahabaik Allah atas segala rencana-Nya. Si Bidan ini justru menjadi orang yang juga membantu ibuku merawatku. Membantu ibu memandikanku tiap pagi. Memeriksa pertumbuhanku dan datang ke rumah tanpa pamrih alias gratisan gak tuh😁.


Ma syaa Allah

Nah dari situ lah, mama ku selalu mengajariku untuk berdoa secara spesifik. Dan alhamdulillah ku terbiasa akan itu bahkan hingga dewasa saat ini.


Itu pelajaran yang sudah kudapat sejak pertama kali aku terlahir di dunia.

"Berdoalah secara spesifik"

"Bersama kesulitan ada kemudahan"

No comments:

Post a Comment